Blokir Aplikasi Tertentu PDF Print E-mail
Written by Professor IT DauD   
Sunday, 21 June 2009

Ada beberapa aplikasi yang berpotensi membahayakan sistem. Untuk urusan yang seperti ini biasanya kita menyerahkan “nasib” pada program antivirus, firewall dan sejenisnya.
Repotnya, tidak semua aplikasi berbahaya bisa ditangkap oleh program-program semacam itu. Akan lebih baik kalau kita bisa memblokir sendiri aplikasi-aplikasi yang berbahaya tersebut.

Caranya begini.
1. Jalankan Registry Editor. Dengan cara masuk ke Start Menu, ketik Regedit di textbox Run


2. Pada jendela Registry Editor masuklah ke key HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion -Policies-Explorer.


3. Buat DWORD value baru dengan mengklik kanan mouse lalu pilih [New] > [DWORD Value] dan beri nama DisallowRun.
4. Klik dua kali data tersebut kemudian isi valuenya dengan nilai 1.


5. Setelah itu buat sebuah subkey baru bernama DisallowRun sehingga terbentuk key: HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion -Policies-Explorer-DisallowRun.
6. Pada key DisallowRun tersebut, Anda dapat mendefinisikan nama file aplikasi yang ingin Anda blok. Caranya, buat string value baru dengan mengklik kanan mouse lalu pilih New > String Value. Beri nama string value tersebut dengan angka 1. Untuk memblok aplikasi-aplikasi lain Anda dapat membuat string value baru dengan angka lain secara berurutan, seperti 2, 3, 4, dan seterusnya. Kemudian pada value datanya isikan dengan nama file yang ingin Anda blok, misalnya regedit.exe.


7. Setelah melakukan langkah-langkah tadi, restart Windows Anda.

Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 )
 
Mengamankan File dan Folder di Windows Vista PDF Print E-mail
Written by Professor IT DauD   
Sunday, 21 June 2009
Salah satu kelebihan Windows Vista adalah kemampuan untuk mengenkripsi file maupun folder. Dengan dibuatnya suatu enkripsi, maka file atau folder yang Anda miliki tidak akan dapat diakses oleh pengguna lain.

Untuk melakukan enkripsi, lakukan langkah-langkah berikut:
1 Buka Windows Explorer, kemudian bukalah folder yang akan Anda enkripsi.
2 Setelah itu, klik kanan pada folder atau file yang ingin Anda enkripsi, kemudian pilih [Properties].
3 Dari jendela properti folder, klik tombol [Advanced] yang terdapat di tab [General].
4 Beri tanda cek Encrypt content to secure data.
5 Klik [OK] dan kemudian [OK] lagi. Nama file atau folder akan berubah menjadi hijau yang menandakan bahwa file/folder itu sudah terenkripsi.

Apabila Anda mengenkripsi sebuah folder kemudian memasukkan beberapa file ke dalam folder tersebut, secara otomatis file yang ada di dalamnya akan ikut terenkripsi. Namun, jika Anda mengeluarkannya dari folder tersebut, file tadi akan terdekripsi. Hal ini tidak berlaku jika yang Anda enkripsi adalah file. Enkripsi akan tetap berlaku, tidak masalah di manapun Anda menempatkannya.

Untuk mendekripsi file atau folder, ulangi proses di atas, tapi pada langkah ke empat hapus kotak cek Encrypt Content to Secure Data. Pastikan Anda melakukan dekripsi dari akun yang sama dengan akun yang digunakan untuk enkripsi. Sebab, proses dekripsi ini tidak akan berhasil jika dilakukan dari akun lain.

Nggak kalah dengan iklan-iklan operator seluler, ketika memindahkan atau menggandakan file, berlaku segepok syarat dan ketentuan ini:
i. Jika Anda memindahkan atau menggandakan file yang tidak terenkripsi ke dalam folder yang terenkripsi, file tersebut akan menjadi terenkripsi.
ii. Jika Anda memindahkan atau menggandakan sebuah file dari sebuah folder terenkripsi ke dalam sebuah folder yang tidak terenkripsi, maka enkripsi itu akan dipindahkan.
iii. Jika Anda telah mengenkripsi sendiri sebuah file (tidak hanya folder di mana file berada di dalamnya), file tersebut akan tetap terenkripsi tidak peduli di manapun dia dipindahkan atau digandakan.
iv. Jika Anda mencoba untuk memindahkan sebuah file atau folder yang terenkripsi ke dalam sebuah drive non NTFS, maka enkripsi akan dipindahkan.
v. Jika Anda menghapus sebuah file atau folder terenkripsi ke dalam Recycle Bin, dia akan tetap terenkripsi di dalam Recycle Bin.

Sumber: PCplus
Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 )
 
Bikin Label DVD PDF Print E-mail
Written by Professor IT DauD   
Sunday, 21 June 2009

 

Kalau kita membuat sebuah DVD, entah itu DVD dokumentasi atau menggandakan dari keping lain, biasanya kita perlu membuat label. Label ditulis dengan pulpen atau spidol di bagian atas keping disk. Ada juga yang menulis informasi konten DVD dengan stiker di kepingan disk. Itu cara jadul!


Cobalah lebih kreatif. Bikin sendiri label DVD dengan printer dan label stiker. Soal desain nggak perlu pusing. Anda nggak perlu jadi ahli Photoshop atau Corel Draw kok kalau Cuma untuk bikin label saja. Dengan Microsoft Publisher yang dijual dalam bundel Office 2003, koleksi DVD bisa disulap jadi indah dan unik, hanya dengan beberapa klik saja.

Pasti penasaran kan, gimana caranya? Inilah cara pembuatannya:
1. Klik [Start] > [All Programs] > [Microsoft Office] > [Microsoft Office Publisher 2003] untuk membuka program Publisher 2003.
2. Setelah aplikasi ini terbuka, 

klik [Labels] yang terdapat di Publication Types.


3. Pilih submenu [CD/DVD Labels].
4. Begitu Anda mengklik CD/DVD Labels, di bagian bawah jendela akan muncul beberapa template yang sudah disediakan untuk label disc. Pilih salah satu template yang Anda sukai.
5. Klik [Create] untuk mulai membuat label.
6. Ubah Performer’s Name dengan nama yang Anda inginkan, misalnya dengan nama pemeran atau penyanyi di CD atau DVD Anda.
7. Isikan judul, pada bagian CD/DVD Title.
8. Jika label yang Anda buat adalah untuk CD Audio, Anda bisa menambahkan daftar lagu pada tempat yang sudah disediakan.
9. Ubah Organization dengan logo yang Anda inginkan.
10. Klik [File] > [Print…] untuk mencetak hasil kreasi Anda.

Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 )
 
Berikut 7 Langkah Bersihkan Virus Sandra Dewi PDF Print E-mail
Written by Professor IT DauD   
Sunday, 21 June 2009
Minggu, 14 Juni 2009 | 10:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan khawatir kalau tiba-tiba komputer terinfeksi virus yang mencatut nama Sandra Dewi. Kalaupun antivirus belum sanggup mematikannya, Anda dapat menghentikan serangannya dengan langkah-langkah manual.

Virus Sandra Dei menyebar melalui USB flash dengan mengaktifkan file bernama Sandra Dewi Bugil.exe. Virus ini tak merusak, tetapi sangat mengganggu karena akan mematikan sejumlah fungsi Windows dan melakukan shut down berulang-ulang.

Berikut 7 langkah manual membersihkan virus Sandra Dewi:

1. Sebaiknya putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
2. Matikan "System Restore" selama proses pembersihan virus (untuk Windows XP/Vista)
3. Matikan proses virus yang aktif di memory. Gunakan tools pengganti task manager, seperti Process Explorer yang dapat anda download pada alamat berikut http://www.sysinternals.com/utils/index.html

4. Lakukan kill process, pada beberapa file virus yang aktif: (Gambar 1)

- C:-Documents and Settings-%user%-Start Menu-Programs-Startup-Sandra Dewi Bugil.exe
- C:-WINDOWS- Sandra Dewi Bugil.exe

5. Hapus string registry yang telah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini.

[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom Oyee



[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del

[UnhookRegKey]

HKCR, batfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKCR, comfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKCR, exefile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKCR, piffile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKCR, lnkfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKCR, scrfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"

HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion, RegisteredOrganization,0, "Organization"

HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion, RegisteredOwner,0, "Owner"

HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, CheckedValue, 0x00010001,1

HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, DefaultValue, 0x00010001,2

[del]

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System, DisableRegistryTools

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System, DisableMsConfig

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System, DisableTaskMgr

HKCU, Software-Policies-Microsoft-Windows-system, DisableCMD

HKCU, Software-Microsoft-Internet Explorer-Main, Window Title

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoFolderOptions

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoFind

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoClose

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoControlPanel

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoRun

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoStartMenuMorePrograms

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoViewContextMenu

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoViewOnDrive

HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, StartMenuLogoff

Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama "repair.inf" (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan). Jalankan repair.inf dengan klik pada menu File pada windows explorer, kemudian pilih install. Sebaiknya membuat file repair.inf di komputer yang clean, agar virus tidak aktif kembali.

6. Hapus file virus yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
-Icon gambar (JPEG Image)
- Extension exe
- Ukuran 132 KB

Catatan
- Sebaiknya tampilkan file yang tersembunyi agar mempermudah dalam proses pencarian file virus.
- Untuk mempermudah proses pencarian sebaiknya gunakan "Search Windows" dengan filter file *.exe yang mempunyai ukuran 132 KB.
- Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama. (Gambar 2)

7. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik. Anda dapat pula menggunakan tools Norman Malware Cleaner yang dapat anda download pada http://normanasa.vo.llnwd.net/o29/public/Norman_Malware_Cleaner.exe
Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 )